Layanan Pertanahan

Berita

Tautan Luar

Friday, June 18, 2010

DETIK-DETIK TERAKHIR DRAMA SENGKETA PERTANAHAN

Gelar Operasi Sidik Sengketa ini dilaksanakan berdasarkan Surat Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nomor : 600.18/53/94/P2SKP, Tanggal 26 Mei 2010, yang dilaksanakan oleh Tim Ad Hoc tingkat provinsi dan kabupaten yang dijadwalkan mulai dari tanggal 14 s/d 19 Juni 2010.
Tim Ad Hoc tingkat provinsi NTT yang terdiri dari SUMRAL B. MANOE, SH (Kepala Bidang Pengkajian dan Penanganan Sengketa, Konflik dan Perkara Kanwil BPN Provinsi NTT) dan AKP. I WAYAN ARNAYA (Kasat Bareskrim Polda NTT) tiba di lokasi pada tanggal 15 Juni 2010 dan langsung mengadakan investigasi kepada para pihak baik Pelapor maupun Terlapor hingga larut malam.
Keesokan harinya, 16 Juni 2010, jam 11.00 Wita, Gelar Operasi Sidik  Sengketa dilaksanakan, bertempat di Gedung Perwakilan Kantor Pertanahan Kabupaten Sumba Barat Daya yang dihadiri oleh para pihak dimana Pelapor tidak hadir karena berada di luar daerah (yogyakarta) sehingga diwakili oleh saudaranya yakni AGUSTINUS BANI (adik) sedangkan MARGARETHA BANI sebagai Terlapor hadir sendiri pada kesempatan ini.
Pelaksanaan Gelar Operasi Sidik Sengketa ini berjalan alot, dari pihak Pelapor menyatakan bahwa Terlapor selalu menghindar apabila diajak berdiskusi menyangkut tanah warisan peninggalan orang tua mereka, yang direncanakan akan dijual untuk keperluan pembangunan sarana SPBU (pom bensin). Sengketa ini muncul ketika pihak Terlapor merasa tidak pernah dilibatkan dalam setiap pengurusan jual beli tanah dimaksud. Pihak Terlapor mengatakan bahwa haknya sebagai salah seorang dari ahli waris “di injak-injak” sehingga Terlapor sepertinya “teraniaya”.
Walaupun berjalan alot dari pihak Pelapor ALBERTINA VERONIKA BANI yang diwakili adiknya AGUSTINUS BANI, atas pandangan, saran, petuah serta nasihat dari tokoh masyarakat yang juga sempat hadir saat itu, akhirnya mau menerima untuk berdamai dengan saudara mereka MARGARETHA BANI, selanjutnya Sertipikat yang dipegang oleh MARGARETHA BANI, dengan tulus hati tanpa paksaan dari siapapun juga, menyerahkan kepada AGUSTINUS BANI.
Penyelesaian sengketa yang “cantik lagi manis” ini disaksikan oleh Tim Ad Hoc tingkat provinsi NTT dan Kabupaten Sumba Barat serta Perwakilan Kantor Pertanahan Kabupaten Sumba Barat Daya, juga semua yang hadir dalam Gelar Operasi Sidik Sengketa itu. Akhir dari Gelar Operasi Sidik Sengketa ini dibuatlah Berita Acara Penyelesaian antara VERONIKA BANI dan MARGARETHA BANI.

YANZ